Tips Berinvestasi Sejak Muda

Tips Berinvetasi Sejak Muda


Apa gaji kamu sekarang cukup untuk hidup kedepannya? Mungkin sekarang kamu sudah bekerja dan punya penghasilan yang cukup untuk diri sendiri. Tapi kedepannya kamu pasti akan memiliki banyak tanggungan, membiayai keluarga, menyicil rumah, dan biaya kesehatan contohnya. Hal tersebut tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Intinya kebutuhan manusia akan uang pasti akan meningkat seiring bertambahnya usia. Jika kamu merasa khawatir, di artikel ini kita akan belajar bagaimana caranya menghadapi masalah penuh tanggung jawab tersebut. Disini kita akan belajar mengenai investasi, mulai dari apa itu investasi, kenapa itu penting, dan bagaimana caranya supaya kamu bisa berinvestasi secara tepat dan aman.

1. Apa Itu Investasi ?

Menurut Eduardus Tandelilin seorang Invesment Analyst dalam bukunya yang berjudul Analis Investasi dan Manajemen Portofolio, "Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang". Mudahnya, Investasi itu sebuah kegiatan mempersiapkan dana atau sumber daya lainnya sekarang untuk mendapatkan untung di masa depan.

2. Kenapa Itu Penting ?

Berinvestasi harus secepatnya dilakukan, karena semakin kamu menunda-nunda berinvestasi maka hartamu akan semakin terancam nilainya. supaya kamu mengerti tentang pernyataan tersebut kamu harus tahu inflasi terlebih dahulu. Inflasi adalah meningkatnya harga barang dan jasa seiring waktu, contohnya mie instan yang dulu harganya cuman Rp.500 sekarang dihargai Rp.2000. Namun hal tersebut nggak berpengaruh buat uang, uang yang kamu simpan selama apapun nominalnya nggak akan berubah. Dan disinilah investasi bisa menolong kamu melawan inflasi. Kalau kamu investasikan uang kamu dan kenaikan nilai uang kamu lebih tinggi dari kenaikan inflasi yang terjadi uang kamu akan aman. Dari pemaparan tesebut bisa kita simpulkan bahwa Investasi itu penting !.

3. Bagaimana Caranya ?

Aset yang sering digunakan untuk investasi ada dua yaitu, Aset Riil dan Aset Finansial. Aset Riil merupakan aset yang berwujud contohnya emas,rumah, dan tanah. Sedangkan Aset Finansial artinya meniingkatkan aset atau harta yang kita punya di surat berharga contohnya saham dan obligasi. Karena Aset Finansial ini belum banyak orang yang tahu maka dari itu dalam artikel ini akan menjelaskan secara khusus investasi Aset Finansial. 

3 Aset Finansial yang Bisa Kamu Pertimbangkan

Tips Berinvestasi Sejak Muda


1. Saham

Saham merupakan secarik kertas yang menunjukan kepemilikan perusahaan. Misalnya jika kamu membeli saham suatu perusahaan sebesar 35% maka dengan kata lain kamu telah menjadi pemilik 35% perusahaan tersebut, buktinya ini adalah kertas kepemilikan perusahaan tersebut atau yang dinamakan saham.

2. Obligasi

Obligasi arti singkatnya adalah surat hutang. Misalnya, kamu sedang membutuhkan uang dan akhirnya kamu menerbitkan obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Bagi kamu yang ingin tahu lebih lanjut tentang Obligasi bisa cek di sini.

3. Reksadana

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Reksadana didefinisikan sebagai wadah yang digunakan untuk menghimpun dana pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan ke Portofolio Efek oleh manajer investasi. Jadi kalau kamu berinvestasi lewat reksadan berarti kamu hanya menitipkan uang saja ke sebuah lembaga yang disebut manajer investasi

Untuk para pemula yang belum pernah berinvestasi direkomendasikan untuk memilih Reksadana karena :
  1. Uang kamu akan diurus oleh orang yang memang sudah berpangalaman yaitu manajer investsi. Karena setiap investasi pasti ada resikonya yaitu uang kamu akan hilang. Dan ini akan tambah beresiko jika kamu nggak tahu apa-apa. Maka dari itu jika kamu memang orang awam serahkan saja ke orang yang berpengalaman. Asal kamu bisa memilih manajer investasi yang terpercaya dan kamu sendiri tahu tujuan investasi kamu apa, kamu bisa konsultasikan ke manajer investasinya dan langkah-langkah selanjutnya akan jauh lebih aman.
  2. Uang kamu bisa dimasukan dan diambil kapan pun. Karena di Reksadana tidak ada yang namannya batas waktu penyimpanan seperti Obligasi atau Deposito. Jadi ketika kamu tiba-tiba butuh uang kamu hanya tinggal menghubungi manajer investasi kamu untuk menarikan uang dan dalam waktu 3-7 hari uangnya sudah kembali ke rekening kamu.
  3. Karena keuntungannya tidak dipotong pajak tidak seperti beberapa aset lain yang dikenakan pajak.
  4. Terjangkau. Dana awal untuk berinvestasi di Reksadana relatif kecil dibanding investasi lain yaitu Rp. 100.000.
Investasi memang menggiurkan tapi tidak bisa dipungkiri investasi itu ada resikonya. Seperti yang dikatakan tadi jika kamu memang orang awam dan belum tahu apa-apa mengenai investasi resikonya akan menjadi besar. Buktinya banyak berita mengenai investasi bodong, kehilangan 50% hartanya di pasar saham. Jadi kamu harus berhati-hati untuk menentukan tempat kamu berinvestasi.
Jadi sebelum kamu mulai berinvestasi kita harus paham dulu soal keamanan.

Tips Berinvestasi Secara Aman

Tips Berinvestasi Sejak Muda

  1. Cari tahu apakah jasa investasi yang kamu gunakan terdaftar di OJK atau tidak. Untuk mencari tahunya kamu bisa mengeceknya di sini. Jika sudah terdaftar sudah bisa dipastikan bahwa jasa investasi yang kamu gunakan aman.
  2. Perhatikan identitas perusahaannya seperti nama perusahaan dan alamat perusahaannya.
  3. Khusus untuk investasi reksadan pastikan kamu berurusan dengan agen yang memiliki izin WAPERD (Wakil Agen Penjual Reksadana) dan bekerja di perusahaan yang mempunyai izin APERD (Agen Penjual Reksadana).
Berapapun nominal investasimu itu belum penting untuk sekarang, terutama bila kamu baru mulai, yang penting kamu bangun dulu kebiasaannya supaya ketika kamu sudah benar-benar mau berinvestasi kamu sudah tidak kaget lagi dan kamu sudah terbiasa untuk menyisihkan uang kamu.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel